Leaderboard, ‘Adik’ Google+
Jakarta, Detikinet – Google kembali mencoba peruntungannya di media sosial. Setelah sebelumnya membesut Google+, kini raksasa internet tersebut membuat fitur yang disebut-sebut akan menyaingi Foursquare.
Adalah Leaderboard layanan anyar yang dimaksud, namun belum dirilis secara resmi. Ia memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan point dan check-in di lokasi melalui layanan Google Latitude.
Memang, Google tidak mengatakan bahwa mereka akan berkompetisi langsung dengan Foursquare, situs berbasis lokasi yang lebih dulu tenar. Namun menilik kemiripan fungsi yang diusungnya, Leaderboard digadang-gadang akan bersaing dengan Foursquare.
Karena belum live, maka belum semua orang bisa menikmati layanan itu. “Leaderboard hanya tersedia di Google Maps versi terakhir namun belum semua orang bisa mengaksesnya,” ujar Google seperti yang dikutip detikINET dari NewsYahoo, Senin (20/2/2012).
Belum diketahui kapan Google akan resmi merilisnya. Yang pasti nantinya Google harus siap berhadapan dengan layanan serupa yang sudah ada. Selain Foursquare, Facebook dan Twitter juga diketahui menyuguhkan fitur berbasis lokasi. ( sha / ash )
Evolusi Desain pada Logo Windows 8
(foto: inet.detik.com)
Jakarta, Detikinet – Microsoft memperkenalkan logo sistem operasi terbarunya yang saat ini sedang dikembangkan, Windows 8. Logo Windows 8 tampak cukup berbeda jika dibandingkan dengan logo seri Windows sebelumnya.
“Kami menyadari bahwa evolusi dalam logo kami akan merefleksikan secara lebih baik prinsip desain gaya Metro,” ucap Microsoft User Experience Director, Sam Moreau. Desain Metro dimaksud adalah tampilan Windows 8 yang didesain khusus untuk komputer tablet.
Windows 8 memang dirancang agar dapat berjalan dengan baik di komputer PC maupun tablet. Microsoft berharap, tablet Windows 8 nantinya dapat lebih mampu memberikan tekanan pada iPad maupun deretan tablet Android.
Dikutip detikINET dari CBS, Minggu (19/2/2012), logo seri Windows 8 sebelumnya terlihat seperti empat buah bendera dengan beragam warna. Namun logo Windows 8 hanya terdiri dari satu warna, yaitu biru dan tampak lebih sederhana.
Sejauh ini Microsoft belum menyebutkan kapan tepatnya Windows 8 diluncurkan. Diprediksi, vendor software terbesar sejagat itu akan merilisnya tahun 2012 ini. ( fyk / fyk )
Potensialnya Pasar e-Commerce Indonesia
Jakarta, Detikinet – Indonesia tak lagi dipandang sebelah mata oleh dunia, setidaknya dalam hal aktivitas jual beli di internet. Hal itu terbukti dengan semakin banyaknya perusahaan asing yang serius berbisnis e-commerce di negara ini.
“Indonesia akan menjadi pusat bisnis dunia, terutama bisnis online khususnya e-commerce,” kata Arnold Sebastian Egg, founder sekaligus pimpinan Tokobagus.com, Sabtu (12/1/2012).
Keyakinan Arnold yang sempat disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam seminar bertema ‘Expanding New Generation of Characterpreneur’ di Gedung SMESCO, Jakarta, antara lain karena tingginya PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia.
“PDB Indonesia saat ini tertinggi masih dari sektor minyak dan Gas. Sedangkan PDB dari sektor internet baru berkisar 1,6% padahal Indonesia saat ini menempati peringkat kelima sebagai negara dengan pengakses internet terbesar dunia, setelah China, India, Brazil, dan Belanda,” kata dia.
Posisi Indonesia sendiri masih berada di atas Amerika Serikat (AS) yang notabene negara dengan penghasil piranti canggih dunia. Hal inilah yang membuat Arnold yakin bahwa Indonesia akan menjadi pusat bisnis online dunia seiring dengan semakin banyaknya pemain-pemain baru yang berekspansi di bisnis ini.
Faktor itu yang kemudian membuat Tokobagus dan sejumlah perusahaan online lainnya yakin bisa sukses berbisnis di Indonesia. Bahkan, Multiply yang semula berbasis di AS, telah membulatkan tekadnya untuk memindahkan markasnya ke Indonesia karena potensi yang begitu besar dari negara ini.
“Untuk sukses di bisnis ini, kita harus mendengarkan user, tampung keinginan mereka, dan jaga hubungan dengan user. Tampilan Tokobagus yang user friendly sekarang ini adalah salah satu contoh komitmen kami untuk menjaga hubungan dengan customer,” papar Arnold.
“Dengan jumlah pengunjung mencapai 10 juta views per minggunya, itu jauh dibanding dengan jumlah pengunjung 14 mall besar di Jakarta yang rata-rata cuma dikunjungi 35 ribu pengunjung setiap harinya, ini sebuah potensi bisnis yang sangat besar. Buatlah konsumen memiliki pengalaman dan kesan yang baik saat mengunjungi toko anda. Itulah yang dilakukan Tokobagus saat ini,” paparnya lebih lanjut. ( rou / rou )
Setelah Cukup Sukses di Bisnis Telekomunikasi, Huawei Siapkan Produk TI

(foto: oneindonesia.com)
Jakarta, Detikinet – Huawei percaya diri terjun di pasar penyedia layanan TI untuk segmen korporat di Indonesia melalui unit bisnis baru Huawei Enterprise.
Dengan demikian, perusahaan yang selama ini identik sebagai vendor jaringan telekomunikasi itu siap menantang para pemain lawas macam IBM, Cisco, Hewlett-Packard, dan lainnya.
“Portofolio yang komprehensif meyakinkan kami akan pentingnya sektor enterprise di industri TIK,” kata Regional Sales Director, South Pacific Enterprise Business Huawei, Jeff Hwong.
Dia menambahkan, Indonesia sebagai salah satu pasar potensial yang paling dinamis sehingga kehadiran Huawei di pasar TI Tanah Air akan memainkan peranan penting.
Senada dengan Jeff, Coorporate Communication Manager Huawei Indonesia Yunny Christine menyatakan Huawei tentunya begitu percaya diri memasuki pasar TI Indonesia karena berpegang pada tiga hal.
“Ya, kami sangat percaya diri. Yang bisa kami janjikan adalah we always giving added value. Kita customer centric, terus melakukan inovasi. Dan bagi kita, menyajikan kualitas yang baik itu sangat penting,” ujar Yunny.
Untuk saat ini, disebutkan Yunny pihaknya belum bisa berbicara banyak mengenai target customer maupun pertumbuhan mengingat bisnis enterprise Huawei terbilang masih baru.
“Tapi kita bisa percaya kalau kita mampu. Beri kami waktu,” tandasnya.
Produk dan solusi Huawei Enterprise sendiri meliputi infrastruktur jaringan perusahaan, komunikasi perusahaan, pusat data, aplikasi-aplikasi industri, dan layanan komputasi awan.
( rns / ash )
Printer plus Smart Card, Solusi Menghemat Kertas
JAKARTA, KOMPAS.com – Printer yang dilengkapi teknologi smart card bisa memantau cetak dokumen di kantor. Penghematan kertas pun bisa dilakukan lebih baik.
Country Sales Manager Fuji Xerox Indonesia Teddy Susanto menjelaskan fitur ini akan dipasang pada mesin printer. Sehingga hanya pengguna yang memiliki Smart Card tertentu yang dapat memerintah pencetakan kertasnya.
Hal ini memungkinkan dokumen yang dicetak sesuai dengan pengguna yang mendatangi printer. Selain itu, perusahaan bisa mencatat bagaimana penggunaan printer karyawannya.
Printer yang memanfaatkan teknologi itu pun bisa menerapkan Smart Card yang biasanya sudah jadi kartu identitas di berbagai perusahaan besar.
Nah, Teddy mengatakan, Fuji Xerox dalam waktu dekat juga akan menghadirkan printer dengan kemampuan Smart Card tersebut.
“Satu dari enam printer yang akan kita luncurkan bakal memiliki fitur tersebut,” kata Teddy dalam Media Gathering Fuji Xerox di Marley Bar, The Energy Building, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Lewat printer itu, perusahaan juga bisa membatasi kemampuan karyawan dalam mencetak sebuah naskah atau dokumen. Sehingga biaya operasional untuk urusan printer bisa tetap terjaga.
Teddy mengaku belum bisa menjelaskan kisaran harga enam printer laser yang akan datang. Ia memperkirakan jajaran produk itu akan hadir pada Mei 2012.