Archive for January, 2012

Bersiaplah Kehilangan Rapidshare

KOMPAS.com – Departemen Kehakiman Amerika Serikat dikabarkan sedang meneliti kemungkinan situs berbagi lain melakukan pelanggaran seperti yang dilakukan Megaupload. Bisa saja, situs berbagi yang lain itu bakal bernasib sama.

Mengantisipasi hal itu, beberapa situs alternatif sudah mematikan layanan berbagi file mereka. Ini termasuk FileServe dan FileSonic.

Selain itu, dengan alasan sama, situs seperti Uploaded.to memblokir semua alamat internet protocol (IP) yang berbasis di Amerika Serikat.

Memang, seperti dikutip dari Venturebeat, masih sulit memperkirakan situs-situs berbagi mana yang bakal ditutup.

“Kasus Megaupload bisa menjadi preseden buruk untuk bisnis situs berbagi,” kata Felix Wu, dari Cardozo School of Law, Universitas Yeshiva.

Meski belum ada kepastian, berikut 15 situs berbagi yang berpotensi menjadi target selanjutnya:

1. BayFiles

Situs yang berbasis di Hong Kong ini dibuat oleh dua pendiri The Pirate Bay. Dua minggu lalu, pihaknya mengumumkan akan menghentikan layanan karena kasus Megaupload kian memanas.

Memang situs ini secara resmi melarang pengunggahan konten yang merugikan hak cipta orang lain. Tapi di sisi lain, penggunananya untuk berbagi konten bajakan sangat mudah.

2. DepositFiles

Situs yang berbasis di Cyprus ini dapat mengunggah file hingga 300MB secara gratis tanpa pendaftaran. Jika daftar jadi anggota, pengguna bisa mengunggah file hingga 2GB secara gratis pula.

Situs ini juga menawarkan keanggotaan “Gold” yang memungkinkan pengguna bisa mengunduh file secara cepat dan tanpa iklan. Layanan premium ini mirip yang disediakan Megaupload.

3. Divx Stage

Situs ini secara terang-terangan menawarkan membayar 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film. Pengguna boleh mengunggah file hingga 1GB.

4. HulkShare

Situs ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah file lagu dan membiarkan orang lain bisa mendengarkan lagu dengan player yang disediakan khusus oleh HulkShare

5. MediaFire

Situs yang berbasis di Texas ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 200MB tanpa daftar. MediaFire juga banyak dimanfaatkan penggunanya untuk berbagi file ilegal, meskipun dilarang oleh sang pengelola.

6. MegaShares

Situs ini memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 10GB dan membayar pengguna sesuai jumlah unduhan pada file milik mereka.

Bagai multi level marketing, setiap unduhan premium berukuran minimal 5MBĀ  akan mendapat satu poin. Poin dapat ditukarkan dengan uang tunai jika mencapai jumlah tertentu.

7. NovaMov

Situs ini mirip dengan Divx Stage. Pengguna akan dihargai bila mampu mengunggah film hingga ukuran 2GB. Bayaran 10 dollar AS untuk setiap pengunggahan 1.000 film juga ditawarkan di sini.

8. OvFile

Dari sisi tampilan, situs ini nampak baik-baik saja. Namun kemudahannya sebagai “layanan penyimpanan video online” membuat situs ini bisa jadi target penyelidikan.

9. PutLocker

PutLocker memungkinkan pengguna mengunggah file hingga 1GB gratis dan dapat melakukan streaming video tanpa batas waktu. Pada 1 Februari nanti, situs ini akan menghentikan program afiliasinya yang memberi hadiah uang pada pengguna.

10. RapidShare

Situs yang berbasis di Swiss ini merupakan salah satu situs berbagi paling tua dan dikenal global. Situs ini pernah terjerat masalah hukum, namun tetap beroperasi dan melayani jutaan penggunanya.

Di situs ini juga tidak ada batasan unggah dan unduh file, tapi untuk bisa mengunduh file secara cepat harus melalui proses pendaftaran dan berbayar.

11. SockShare

Seperti PutLocker, SockShare juga akan menghentikan program afiliasinya. Di SockShare batas unggahnya adalah 1GB (gratis) dan 5GB (premium).

12. UpLoadHere

Situs ini menyediakan layanan mengunggah file hingga 2GB. Untuk mengunduh file di atas 1GB, pengguna harus membayar.

Biaya keanggotaan 8 dollar AS per bulan, atau lebih kurang sedikit bila membayar sekaligus untuk beberapa bulan.

13. UpLoadKing

Mirip seperti UpLoadHere, kecuali biaya yang lebih murah untuk layanan premiumnya. Pengguna gratisan hanya bisa mengunduh file di bawah 1GB dan tak boleh mengunduh lebih dari satu file secara bersamaan.

14. WUpload

Situs yang berbasis di Hongkong ini diperkirakan adalah situs berbagi kedua terbesar setelah Megaupload. Layanan gratisnya bisa dipakai untuk mengunduh hingga 2GB.

15. ZShare

Situs yang berbasis di Hongkong ini murni gratis dan mendapatkan penghasilan dari iklan. Pengguna dibatasinya hanya bisa mengunggah dan mengunduh file hingga 100MB.

Lightning Bolt vs Thunderbolt, Persaingan AMD dan Intel Terus Berlanjut

(foto: aurorawdc.com)

KOMPAS.com - Perusahaan mikroprosesor, Advanced Micro Devices (AMD) kembali meniru ide teknologi yang dipelopori oleh Intel. Kali ini, AMD akan membuat teknologi metode koneksi transfer data berkecepatan tinggi yang diberi nama Lightning Bolt, yang siap menantang teknologi Thunderbolt dari Intel.

Teknologi Lightning Bolt hampir sama dengan Thunderbolt. Keduanya menawarkan antarmuka I/O (input output) koneksi transfer data berkecepatan tinggi melalui port tertentu.

Menurut situs teknologi AnandTech, yang menerima hardware demo dari AMD, teknologi Lightning Bolt menawarkan koneksi USB 3.0, DisplayPort, dan kemampuan kapabilitas melalui satu kabel tunggal dengan mini-DisplayPort.

AMD mengakui, bahwa performa Lightning Bolt tidak secepat Thunderbolt dari Intel. Lightning Bolt tidak akan lebih cepat dari USB 3.0, namun lebih cepat daripada USB 2.0. AMD tidak memberi penjelasan rinci mengenai seberapa cepat Thunder Bolt jika dibandingkan dengan USB 3.0 dan USB 2.0.

Sementara Intel mengklaim Thunderbolt mampu mentransfer data 2 kali lebih cepat dibandingkan USB 3.0 dan 20 kali lebih tinggi dari USB 2.0. Thunderbolt juga berkemampuan mentransfer data full-lenght high definition (HD) film kurang dari 30 detik.

Hal ini menunjukan bahwa Lightning Bolt bukanlah ancaman serius untuk Thunderbolt. Karena Intel menjanjikan teknologi yang lebih cepat. Namun, seperti cara dagang AMD yang sudah-sudah, mereka akan membanderol harga lebih murah daripada Intel. Produsen laptop yang mengadopsi Lightning Bolt bisa menekan biaya produksi mereka.

Sayangnya, AMD tidak memberi informasi tentang kapan Lightning Bolt akan mulai dipasarkan. AMD juga belum menyebut biaya adopsi Lightning Bolt bagi para produsen yang berniat memakainya.

Sebelumnya, AMD juga seakan meniru nama subkategori baru dari laptop berukuran tipis dan ringan, Ultrabook, yang dikembangkan oleh Intel. AMD berkomitmen akan menciptakan produk serupa yang lebih tipis dari Ultrabook, yang diberi nama Ultrathin.

Google ‘Musuhan’ dengan Twitter?

(foto: marginlines.com)

KOMPAS.com – Mesin pencari Google mulai saat ini tidak memberi indeks hasil pencarian dengan simbol atau karakter @ (at) yang selama ini identik dengan jejaring sosial Twitter.

Coba saja Anda masukan kata kunci ‘@’ dilanjutkan nama akun Twitter Anda pada mesin pencari Google. Maka, hasil pencarian Google tidak mengenali simbol ‘@’ tersebut dan tweet-tweet akun Twitter yang dimaksud tidak muncul di hasil pencarian.

Contohnya, jika Anda mencari akun Twitter resmi Kompas.com, yakni ‘@kompasdotcom’, maka hasil pencarian yang keluar adalah kompasdotcom, tanpa simbol ‘@’ di depannya. Selain, di hasil pencarian tersebut tidak akan ditemui tweet atau kicauan yang pernah diposting oleh akun @kompasdotcom.

Sebelumnya, antara Google dan Twitter terikat kontrak yang menerangkan bahwa hasil kicauan pengguna Twitter dimasukkan dalam hasil pencarian real time mesin pencari Google.

Ini dilakukan Twitter mengingat setiap harinya ada 200 juta kicauan yang dilontarkan melalui Twitter. Namun, pada Juli 2011 lalu, kontrak kedua perusahaan telah berakhir. Twitter pun tidak memperpanjang kontrak tersebut.

Pihak Twitter mengungkapkan kekecewaan atas apa yang dilakukan Google. Langkah ini bisa jadi merupakan strategi Google untuk menghentikan dominasi Twitter di ranah jejaring sosial. Karena, Google hendak menaikkan popularitas jejaring sosial milik mereka, Google+.

Selama ini, Google menjadi andalan pengguna internet untuk hasil pencarian yang relevan. Namun, ternyata Google lebih memutuskan untuk tidak memasukan indeks kicauan Twitter dan membuat strategi agar Google+ berada di garis depan hasil pencarian.

Hal ini akan sedikit mengurangi kepuasan personal pengguna Google yang hendak mencari kicauan mereka di Twitter.